Fiqih

Ungkapan Sukacita dan Selamat Atas Kelahiran Anak

 Disunnahkan menyampaikan ungkapan sukacita dan selamat atas kelahiran anak. Allah Subhanahu wata’ala berfirman berkaitan dengan kisah nabi ibrahim alaihissalam :

فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍ

“Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.” (As-Saffat 37:101)

Allah subhanahu wata’ala berfirman :

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

“(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu takut”, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).” (Az-Zariyat 51:28)

قَالُوا۟ لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

“Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”. (Al-Hijr 15:53)

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

“Hai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (Maryam 19:7)

Karena ungkapan sukacita itu dapat menimbulkan rasa gembira, makaseorang muslim dianjurkan menyampaikan kabar gembira kepada saudaranya. Ketika nabi Muhammad SAW lahir, Tsuwaibah menyampaikan ungkapan sukacita atas kelahiran beliau kepada Abu Lahab, Tsuwaibah adalah seorang budak, ia berkata, “Pada malam hari ini telah lahir anak laki-laki Abdullah.” Maka Abu Lahab memerdekakan Tsuwaibah sebagai wujud kegembiraannya. Dan Allah tidak menyia-nyiakan tindakan Abu Lahab ini, setelah kematiannya Allah memberinya minum dari lekuk pada pangkal ibu jarinya.(HR. Bukhari).

 

Ibnul Qayyim berkata : “Jika tidak sempat menyampaikan ungkapan sukacita, disunnahkan bagi seseorang untuk memberi ucapan selamat. Perbedaan antara ungkapan sukacita dan selamat, ungkapan sukacita adalah memberitahukan sesuatu yang menyenangkan hatinya, sedangkan ucapan selamat adalah mendoakannya setelah mengetahui kelahiran si anak, semoga ia mendapat kebaikan dari anak tersebut. Karenanya, ketika Allah menurunkan ketetapan diterimanya taubat Ka’ab bin Malik dan dua orang temannya, seseorang datang menemuinya dan menyampaikan ungkapan sukacita tersebut, lalu ketika Malik masuk masjid, orang-orang memberikan ucapan selamat kepadanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *